Get Adobe Flash player

Alumni SMPN 1 Culamega

Login Form

free counters

Foto Guru dan Karyawan

H. Enom Rusmana
Dede Budiana
Yoyo
Ai Herti
Rusmawan
Jeni
Aay
Elin
Elis
Abas
Wantu
Irma
Hj Nia
Teti
Nurhayati
Tuti
Ubaidillah
Kartini
Gugi
User Rating:  / 0
PoorBest 



MANGUNREJA, (KP).-

Selama Tahun 20I2 Terjadi I2 Kasus Pencurian Komputer di Sekolah. Setelah cukup lama pe­tugas berusaha mengung­kap aksi pencurian komputer yang terjadi hampir di semua kecamatan yang berada di wilayah Kabu­paten Tasikmalaya, polisi akhirnya berhasil meng­ung­kap pelaku pencurian tersebut.
Awal mula terungkapnya kasus, bermula dari adanya kejadian pencurian yang terjadi di SMPN 4 Karang­nunggal di Kampung Ci­lang­­la Desa Cikapinis Keca­matan Karangnunggal. Pa­da kejadian 17 Januari lalu itu, 5 unit CPU dan 1 unit infokus serta 41 monitor digasak pencuri, sehingga pi­hak sekolah mengalami ke­rugian sebesar Rp 59 juta.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, petugas menemukan titik terang setelah adanya informasi dari warga bahwa pada malam kejadian sempat melihat sebuah mobil Avanza warna silver metalik bernopol D 1308 VX.
“Dari keterangan saksi tersebut, selanjutnya kami perintahkan anggota untuk menelusuri keberadaan mo­bil tersebut hingga ak­hirnya diketahui bahwa mo­­bil tersebut milik seorang warga yang tinggal di wilayah Cileunyi Bandung,” terang Kasatreskrim Polres Tasikmalaya, AKP Candra Sa­songko, SH, SIK, kemarin.
Setelah mobil berhasil di­telusuri maka berda­sarkan keterangan pihak pemilik mobil yang merupakan sebuah rental bah­wa mobil mi­liknya tersebut pernah disewa oleh Roni Ranggas atau yang akrab dipanggil Basreng. Dari keterangan tersebut, maka dengan diantar sang pemilik mobil petugas pun langsung me­ngembangkan pencarian ter­hadap Roni di tempat bia­sa ia mangkal yaitu di wilayah Buah Batu Ban­dung.
Tanpa menemukan kesulitan, Kanit Buser Polres Aiptu Dadan beserta lima orang anggotanya pun lang­­sung menangkap tersangka dan saat itu juga di­bawa ke Mapolres Tasik­malaya.
Dengan ditangkapnya Ro­­ni tersebut maka mun­culah tiga orang nama yang menurut pengakuannya sering menjadi rekan saat menjalankan aksi pencurian. Ketiga nama ter­sang­ka tersebut masing masing Dedi Supriadi alias Abah, Ade Heryana alias Ku­cir, dan Jajat. Tak membuang waktu lagi anggota Satuan Buser pun langsung bergerak mencari ke tiga orang dimaksud.
Mengingat tempat tinggal mereka saling berjauhan, petugas pun memanfaatkan tersangka Roni untuk mengontak rekan-rekannya ter­sebut. Dedi atau yang sering disapa Si Abah mulai dihubungi, da­lam percakapan tersebut Si Abah pun me­nyepakati un­tuk bertemu Roni atau Bas­­reng di sebuah tempat. Setelah waktu dan tempat disepakati maka petugas pun mulai menempatkan posisi hingga kurang lebih dua jam kemudian Si Abah pun muncul, se­telah keduanya bertemu kurang lebih dua puluh menit berbincang dengan cepat petugas yang sudah dalam posisi siap siaga pun langsung menyergap keduanya.
Si Abah yang merupakan seorang residivis yang su­dah dua kali masuk sel pun sempat tersentak kaget. Un­tuk menjaga hal yang tak di harapkan maka ang­gota Buser pun dengan ce­pat memasukan tersangka ke dalam mobil petugas dan saat itu juga di bawa ke Mapolres Tasikmalaya di Mangunreja.
Namun pada saat pe­nang­kapan terhadap tersangka ke tiga yaitu Ade Her­yana atau yang akrab dipanggil Si Kucir, sempat terjadi aksi kejar-kejaran. Menyadari buruannya beraksi maka petugas pun langsung melepaskan tiga kali tembakan ke udara. Men­dengar suara letusan senja maka Si Kucir pun langsung menyerah.
“Dari empat orang tersangka, tiga sudah berhasil di­amankan, sementara sa­tu orang lagi masih dalam pengejaran,” tambah Candra
Selanjutnya, Kasat Can­dra juga mengatakan bah­wa berdasarkan data yang ada di Polres selama tahun 2012 aksi pencurian komputer di sekolah yang ada di wilayah Kabupaten Ta­sik­malaya sudah 12 kali terjadi.
Namun berdasarkan pengakuan para tersangka bah­wa mereka hanya mela­kukan aksi pencurian komputer di delapan sekolah, yaitu di SMPN Ciga­lontang, SMPN 4 Karang­nunggal, SMPN Culamega, SMPN Salopa, SMPN Cika­tomsa, SMPN Puspahiang, SMPN Salawu, SMPN Cipatujah.
Untuk komputer dan ba­rang-barang elektronik lain­nya yang mereka curi dari SMPN 4 Karang­nung­gal yang berdasarkan laporan dari pihak sekolah se­ni­lai Rp 59 juta ternyata oleh para pelaku hanya dijual seharga Rp 8 juta kepada seseorang yang berada di Bandung. E-31***

Sumber : http://www.kabar-priangan.com/

Add comment


Security code
Refresh

Kalender Islam


Pesan dan Kesan

Search

000994609
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
142
225
1382
992276
4107
4095
994609

Your IP: 54.166.245.10
Server Time: 2017-10-22 10:09:35

We have 66 guests and no members online

Komentar Terakhir