MANGUNREJA – Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya memprioritaskan kebijakan pendidikan kearah pembangunan fisik maupun karakter pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan, Drs H Mohamad Zen MPd mengatakan, kebijakan tersebut berlandaskan hasil analisa yang memperhatikan masalah-masalah pokok yang dihadapi masyarakat. Maksudnya, jelas dia, di lingkungan masyarakat masih banyak berbagai ketimpangan antara kebutuhan lapangan pekerjaan dan keilmuan.
Selain itu tambah Zen, bahan pertimbangan kebijakan juga mengacu pada visi misi pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang religius Islami. “Arah kebijakan berdasarkan visi misi Pemerintah Kabupaten Tasikamalaya dan memperhatikan masalah pokok yang dihadapi,” ungkapnya kepada Radar, kemarin.
Menurut Zen, tujuan dari pembangunan pendidikan, baik fisik maupun karakter ada sepuluh poin. Diantaranya, mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh masyarakat Kabupaten Tasikmalaya dalam upaya mewujudkan manusia unggul yang agamis. Kemudian, meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik dan kependidikan, sehingga dapat melaksanakan fungsinya secara optimal. Serta mendorong untuk melakukan pembaharuan atau inovasi kurikulum, berupa diversifikasi kurikulum sesuai dengan potensi daerah. ”Serta diversifikasi jenis pendidikan secara profesional,” kata dia.
Zen menambahkan, pembangunan pendidikan juga bertujuan untuk mengembangkan iklim yang kondusif bagi generasi muda dalam mengaktualisasikan segenap potensi, bakat, dan minat dengan memberi kesempatan dan kebebasan mengorganisasikan diri sebagai wahana pendewasaan untuk menjadi pemimpin bangsa yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, patriotis, demokratis, mandiri dan tanggap terhadap aspirasi rakyat. “Selanjutnya mengembangkan minat dan bakat kewirausahaan yang berdaya saing unggul dan mandiri,” ungkap Zen.
Adapun program-program untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, terang Zen, diantaranya program perluasan akses dan permerataan pendidikan. Seperti di tingkat PAUD, SD, SMP, SMA maupun SMK yang didalamnya ada upaya pembangunan fisik pendidikan. Seperti pembanguan ruang kelas baru (RKB) dan USB (unit sekolah baru).
Selain itu, ada program peningkatan mutu dan relevansi pendidikan. Bentuknya, seperti pelatihan-pelatihan peningkatan kompetensi guru dan penelitian tindakan kelas (PTK). ”Dan ada program pengembangan sistem dan manajemen pendidikan. Seperti, maping school (pemetaan sekolah),” katanya. (snd)

Sumber : http://www.radartasikmalaya.com/