Get Adobe Flash player

Alumni SMPN 1 Culamega

Login Form

free counters

Foto Guru dan Karyawan

H. Enom Rusmana
Eis
Dede Budiana
Yoyo
Ai Herti
Rusmawan
Jeni
Aay
Elin
Elis
Abas
Wantu
Irma
Hj Nia
Teti
Nurhayati
Tuti
Ubaidillah
Kartini
Gugi

Jakarta – Kementerian Pendidikan Nasional meluncurkan Program Gerakan Nasional Penuntasan Rehabilitasi Sekolah, Senin, (26/9), di Gedung A Kemdiknas, Jakarta.

Gerakan ini diharapkan dapat menuntaskan persoalan kerusakan sekolah di jenjang pendidikan dasar, yaitu SD dan SMP, dengan memperbaiki sekolah-sekolah rusak, hingga tahun 2012.

Tahun 2011 ini Kemdiknas menargetkan sebanyak 21.500 ruang belajar akan selesai diperbaiki dengan jumlah anggaran sekitar 2,8 trilyun rupiah. 21.500 ruang belajar itu masing-masing untuk SD sebanyak 18.000 ruang kelas, dan SMP 3.500 ruang kelas.  Sementara sisanya sebanyak 131.526 ruang kelas akan dianggarkan pada tahun anggaran 2012.

Dalam sambutannya, Mendiknas Mohammad Nuh mengatakan, salah satu komponen penting dalam peningkatan kualitas pendidikan adalah infrastruktur atau sarana dan pra-sarana. Karena itu Gerakan Nasional Rehabilitasi Gedung Sekolah ini sangat penting, dan harus bisa selesai secepatnya, dengan partisipasi berbagai pihak.

Mekanisme pengerjaan rehabilitasi gedung sekolah akan melibatkan para pemangku kepentingan di dunia pendidikan. “Kami mengajak TNI, BPKP, pemerintah kabupaten/kota, BUMN, dan masyarakat untuk bersama-sama berpartisipasi. Karena urusan pendidikan bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah pusat saja, tapi tanggung jawab semua,” katanya di depan jajaran Kemdiknas, TNI, BPKP, dan pemerintah daerah yang hadir dalam acara ini.

Menteri Nuh juga mengatakan, pengaruh kepala sekolah dan dinas-dinas pendidikan sangat menonjol dalam perkembangan dunia pendidikan di daerah-daerah. “Kepemimpinan sekolah bisa memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap prestasi sekolah.,” ujarnya. Karena itu ia mengajak semua pihak terkait untuk meningkatkan awareness atau kesadaran untuk terus memberikan pendampingan  dan bimbingan kepada sekolah-sekolah.

Dalam acara peluncuran Program Gerakan Nasional Penuntasan Rehabilitasi Sekolah ini, dilakukan penandatangan MoU antara Direktur Jenderal Pendidikan Dasar, Suyanto, dengan para bupati dan walikota, disaksikan Mendiknas. Kabupaten/kota tersebut adalah Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Serang.

Selain itu, ada juga penyerahan Sertifikat Bantuan Sosial Mendiknas kepada sekolah penerima bantuan rehabilitasi SD dan SMP. Sertifikat diberikan secara simbolis kepada kepala sekolah penerima bantuan, yaitu Kepala SDN Asam Tiga Kabupaten Kupang, NTT, SDN Bayongbong Kabupaten Serang, Banten, SDN Babakan Madang 01 Kabupaten Bogor, Jawa Barat, SMPN 3 Kragilan Kabupaten Serang, Banten, SMPN 1 Jasinga Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan SMPN 6 Kupang, Kota Kupang, NTT. (Lian)

Sumber : http://www.kemdiknas.go.id/

Add comment


Security code
Refresh

Kalender Islam


Pesan dan Kesan

Search

001004652
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
139
446
1171
1002079
3159
3817
1004652

Your IP: 54.242.205.33
Server Time: 2017-12-13 16:42:00

We have 41 guests and no members online

Komentar Terakhir