Jakarta -- Kemdiknas memperoleh penghargaan Museum Rekor dunia Indonesia (MURI) untuk peluncuran komik sebagai media belajar SMP di Indonesia.

Ketua Muri Jaya Suprana menyerahkan langsung penghargaan ini di Gedung A Kemdiknas, Jakarta (30/09/2011).

Menteri Pendidikan Mohammad Nuh mengatakan, komik dipilih sebagai media belajar mengingat perlunya fleksibilitas dalam memberikan pelajaran terhadap peserta didik. “Tidak ada keharusan bagi media tertentu menjadi media pembelajaran,” ucapnya.

Bentuk penyampaian cerita, gambar, dan penokohan menjadi kelebihan komik yang dapat memudahkan para peserta didik dalam menyerap materi pelajaran terutama mata pelajaran yang dianggap sulit. Menurut Menteri Nuh,” Komik dapat menumbuhkan dan melatih daya imajinasi anak melalui gambar yang ditampilkan sehingga nantinya mereka dapat menjadi kelompok inovator.”

Jaya Suprana mengatakan, komik sebagai media bahan ajar merupakan hal yang pertama dilakukan di Indonesia. Untuk itu, MURI memberikan penghargaan terhadap langkah positif Kemdiknas tersebut.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kemdiknas Suyanto menjelaskan, pemilihan komik sebagai media belajar bertujuan memperkenalkan nilai-nilai luhur kepribadian bangsa melalui penggambaran tokoh karakter dalam komik. “Terdapat 10 buku yang diluncurkan sebagai komik. Di antaranya mata pelajaran Matematika kelas VII sebanyak dua buku, IPA Fisika kelas VII sebanyak dua buku, IPA Biologi kelas VII sebanyak dua buah, IPA Kimia kelas VII sebanyak 1 buah, dan IPS Sejarah kelas VII sebanyak tiga buah.” ujar Suyanto.

Peluncuran komik sebagai media belajar ini persiapannya 6 bulan, sejak Maret  2011. Komik ini juga sudah dites kelayakannya sebagai media belajar kepada sejumlah peserta didik SMP di Jakarta, dan Yogyakarta. “Nantinya, evaluasi akan dilakukan sehingga apabila para peserta didik merasakan manfaat dari komik ini, bahan ajar untuk mata pelajaran lain akan disusun,”  ujar Suyanto. (Gloria)

Sumber : http://www.kemdiknas.go.id