Get Adobe Flash player

Alumni SMPN 1 Culamega

Login Form

free counters

Foto Guru dan Karyawan

H. Enom Rusmana
Eis
Dede Budiana
Yoyo
Ai Herti
Rusmawan
Jeni
Aay
Elin
Elis
Abas
Wantu
Irma
Hj Nia
Teti
Nurhayati
Tuti
Ubaidillah
Kartini
Gugi

Berita Pendidikan

Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh memastikan pemerintah tetap akan menggelar ujian nasional tahun 2012. Ujian nasional dijadwalkan berlangsung pada April 2012.

Menteri Nuh mengatakan, saat ini perdebatan mengenai UN sudah selesai. "Sekarang masalahnya adalah bagaimana melaksanakan UN dengan baik," ujarnya dalam jumpa pers, di Gedung Kemdikbud, Rabu (30/11). Turut mendampingi Mendikbud adalah Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Khairil Anwar Notodiputro dan Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan Djemari Mardapi.

Ia menuturkan,  ada empat kunci pelaksanaan UN yang baik atau kredibel. Pertama, dijamin keamanan dan kerahasiaannya. Karena jika berkasnya bocor, maka kredibilitas UN itu sudah berkurang, bahkan hilang.  Kedua, dari sisi ketepatan distribusi, harus tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat bahan yang mau diuji.

Ketiga, pada hari pelaksanaan harus dijamin kelancarannya.  Jangan sampai soal sudah ada semua tapi soal ujian yang dibagikan salah. “Kalau seandainya terjadi kesalahan, maka harus disiapkan satu sistem yang mampu mengantisipasi kesalahan tersebut,” katanya. Dan, keempat, dalam sistem evaluasi harus dipastikan agar nilai rapor bisa menjamin bahwa nilai itu mencerminkan kemampuan sang anak. “Nilai rapor jangan mencekungkan atau mencembungkan nilai anak yang sebenarnya,” kata Menteri Nuh.

Menteri Nuh menyampaikan, jika keempat kunci pelaksanaan tadi bisa dipenuhi, maka ada dua hal yang bisa diraih. Pertama, bisa dilakukan pemetaan tentang ragam kompetensi siswa dan penyebarannya. Kedua, informasi kualitas sang anak (lulus atau tidak lulus).

Menteri Nuh juga menegaskan, bahwa ujian nasional bukanlah penentu kelulusan.  Kelulusan ditentukan satuan pendidikan. Namun, satuan pendidikan menentukan kelulusan berdasarkan, tuntas kegiatan belajar mengajar, akhlak yang baik, dan ujian nasional.

UN untuk tingkat SMA/MA akan berlangsung pada 16-19 April 2012, dan UN susulan akan dilaksanakan pada 23-26 April. Untuk jenjang SMP/MTs dan SMPLB, UN akan dilaksanakan pada 23-26 April 2012, dan UN susulan akan berlangsung pada 30- 4 Mei 2012.

Sedangkan untuk jenjang SD/MI/SDLB UN akan digelar pada 7-9 Mei 2012, dan UN susulan akan dilaksanakan pada 14-16 Mei 2012. Hasil UN tingkat SMA/MA dan SMK akan diumumkan pada 24 Mei 2012. Tingkat SMP/MTs, SMPLB dan SMALB pada 2 Juni 2012. Sedangkan untuk pengumuman kelulusan UN tingkat SD menjadi kewenangan setiap provinsi. (aline)

Sumber : http://www.kemdiknas.go.id/

Jakarta -- Pemerintah memiliki komitmen tinggi untuk terus memperbaiki pelaksanaan program sertifikasi guru. Komitmen tersebut diwujudkan dengan memperbaiki regulasi, pelaksanaan, sampai ke tingkat evaluasi program.

Perbaikan di sektor regulasi program sertifikasi guru direalisasikan dengan terbitnya Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya, menggantikan peraturan yang berlaku sebelumnya. Esensi dari peraturan baru ii adalah memberi ruang dan mendukung pelaksanaan dan peranan guru demi meningkatkan profesionalismenya. Profesionalisme guru diharapkan berdampak pada peningkatan mutu, kreativitas, dan kinerja guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Perbaikan pelaksanaan sertifikasi guru untuk tahun 2012 akan diimplementasikan dalam empat hal yaitu 1) penetapan peserta melalui sistem online; 2) uji kompetensi; 3) perankingan dimulai dari usia, masa kerja, golongan; dan 4) penjadwalan. Perbaikan pelaksanaan tersebut menjadi tugas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (Badan PSDMP dan PMP).

Badan PSDMP dan PMP telah membangun Aplikasi Penetapan Peserta Sertifikasi Guru (AP2SG) untuk memperbaiki akuntabilitas dan sistem rekrutmen peserta sertifikasi. Aplikasi online tersebut dapat diakses melalui laman www.sergur.pusbangprodik.org. Pada laman tersebut data guru yang ditampilkan sebagai calon peserta sertifikasi diambil dari basis data NUPTK hasil perbaikan per tanggal 30 September 2011. Persyaratan tentang peserta sertifikasi guru juga diuraikan dengan jelas di laman tersebut.

Data guru yang ditampilkan di laman tersebut adalah guru yang memenuhi persyaratan mengikuti sertifikasi guru dan belum memiliki sertifikat pendidik. Apabila ditemukan data yang tidak tepat, guru yang bersangkutan dapat menghubungi dinas pendidikan kabupaten / kota untuk proses perbaikan data. Perbaikan data calon peserta sertifikasi guru akan berakhir pada tanggal 1 Desember 2011. Dengan demikian data yang ditampilkan pada tanggal 2 Desember 2011 adalah data final peserta sertifikasi guru.

Program sertifikasi telah dijalankan selama lima tahun sejak 2007. Sebanyak 1.101.552 orang guru telah mengikuti sertifikasi. Tahun lalu, 747.727 orang guru telah lulus sertifikasi.

Terhadap pemotongan tunjangan profesi guru yang terjadi, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (Badan PSDMP dan PMP) Kemdikbud Syawal Gultom menyesalkannya. “Kami akan terus mengupayakan kelancaran pembayaran profesi guru.” ujarnya saat Publikasi Daftar Calon Peserta Sertifikasi Guru di Gedung D Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Rabu (26/10) siang. (widhi/gloria)

Sumber : http://www.kemdiknas.go.id/

Jakarta -- Kemdiknas memperoleh penghargaan Museum Rekor dunia Indonesia (MURI) untuk peluncuran komik sebagai media belajar SMP di Indonesia.

Ketua Muri Jaya Suprana menyerahkan langsung penghargaan ini di Gedung A Kemdiknas, Jakarta (30/09/2011).

Menteri Pendidikan Mohammad Nuh mengatakan, komik dipilih sebagai media belajar mengingat perlunya fleksibilitas dalam memberikan pelajaran terhadap peserta didik. “Tidak ada keharusan bagi media tertentu menjadi media pembelajaran,” ucapnya.

Bentuk penyampaian cerita, gambar, dan penokohan menjadi kelebihan komik yang dapat memudahkan para peserta didik dalam menyerap materi pelajaran terutama mata pelajaran yang dianggap sulit. Menurut Menteri Nuh,” Komik dapat menumbuhkan dan melatih daya imajinasi anak melalui gambar yang ditampilkan sehingga nantinya mereka dapat menjadi kelompok inovator.”

Jaya Suprana mengatakan, komik sebagai media bahan ajar merupakan hal yang pertama dilakukan di Indonesia. Untuk itu, MURI memberikan penghargaan terhadap langkah positif Kemdiknas tersebut.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kemdiknas Suyanto menjelaskan, pemilihan komik sebagai media belajar bertujuan memperkenalkan nilai-nilai luhur kepribadian bangsa melalui penggambaran tokoh karakter dalam komik. “Terdapat 10 buku yang diluncurkan sebagai komik. Di antaranya mata pelajaran Matematika kelas VII sebanyak dua buku, IPA Fisika kelas VII sebanyak dua buku, IPA Biologi kelas VII sebanyak dua buah, IPA Kimia kelas VII sebanyak 1 buah, dan IPS Sejarah kelas VII sebanyak tiga buah.” ujar Suyanto.

Peluncuran komik sebagai media belajar ini persiapannya 6 bulan, sejak Maret  2011. Komik ini juga sudah dites kelayakannya sebagai media belajar kepada sejumlah peserta didik SMP di Jakarta, dan Yogyakarta. “Nantinya, evaluasi akan dilakukan sehingga apabila para peserta didik merasakan manfaat dari komik ini, bahan ajar untuk mata pelajaran lain akan disusun,”  ujar Suyanto. (Gloria)

Sumber : http://www.kemdiknas.go.id

Jakarta – Kementerian Pendidikan Nasional meluncurkan Program Gerakan Nasional Penuntasan Rehabilitasi Sekolah, Senin, (26/9), di Gedung A Kemdiknas, Jakarta.

Gerakan ini diharapkan dapat menuntaskan persoalan kerusakan sekolah di jenjang pendidikan dasar, yaitu SD dan SMP, dengan memperbaiki sekolah-sekolah rusak, hingga tahun 2012.

Tahun 2011 ini Kemdiknas menargetkan sebanyak 21.500 ruang belajar akan selesai diperbaiki dengan jumlah anggaran sekitar 2,8 trilyun rupiah. 21.500 ruang belajar itu masing-masing untuk SD sebanyak 18.000 ruang kelas, dan SMP 3.500 ruang kelas.  Sementara sisanya sebanyak 131.526 ruang kelas akan dianggarkan pada tahun anggaran 2012.

Dalam sambutannya, Mendiknas Mohammad Nuh mengatakan, salah satu komponen penting dalam peningkatan kualitas pendidikan adalah infrastruktur atau sarana dan pra-sarana. Karena itu Gerakan Nasional Rehabilitasi Gedung Sekolah ini sangat penting, dan harus bisa selesai secepatnya, dengan partisipasi berbagai pihak.

Mekanisme pengerjaan rehabilitasi gedung sekolah akan melibatkan para pemangku kepentingan di dunia pendidikan. “Kami mengajak TNI, BPKP, pemerintah kabupaten/kota, BUMN, dan masyarakat untuk bersama-sama berpartisipasi. Karena urusan pendidikan bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah pusat saja, tapi tanggung jawab semua,” katanya di depan jajaran Kemdiknas, TNI, BPKP, dan pemerintah daerah yang hadir dalam acara ini.

Menteri Nuh juga mengatakan, pengaruh kepala sekolah dan dinas-dinas pendidikan sangat menonjol dalam perkembangan dunia pendidikan di daerah-daerah. “Kepemimpinan sekolah bisa memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap prestasi sekolah.,” ujarnya. Karena itu ia mengajak semua pihak terkait untuk meningkatkan awareness atau kesadaran untuk terus memberikan pendampingan  dan bimbingan kepada sekolah-sekolah.

Dalam acara peluncuran Program Gerakan Nasional Penuntasan Rehabilitasi Sekolah ini, dilakukan penandatangan MoU antara Direktur Jenderal Pendidikan Dasar, Suyanto, dengan para bupati dan walikota, disaksikan Mendiknas. Kabupaten/kota tersebut adalah Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Serang.

Selain itu, ada juga penyerahan Sertifikat Bantuan Sosial Mendiknas kepada sekolah penerima bantuan rehabilitasi SD dan SMP. Sertifikat diberikan secara simbolis kepada kepala sekolah penerima bantuan, yaitu Kepala SDN Asam Tiga Kabupaten Kupang, NTT, SDN Bayongbong Kabupaten Serang, Banten, SDN Babakan Madang 01 Kabupaten Bogor, Jawa Barat, SMPN 3 Kragilan Kabupaten Serang, Banten, SMPN 1 Jasinga Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan SMPN 6 Kupang, Kota Kupang, NTT. (Lian)

Sumber : http://www.kemdiknas.go.id/

Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Pendidikan Nasional mulai tahun 2012 akan melakukan penilaian kinerja guru sebagai upaya mendapatkan guru-guru berkualitas dan berprestasi yang layak memperoleh penghargaan dalam bentuk sertifikasi dan tunjangan satu kali gaji.

"Program sertifikasi sudah dimulai sejak 2005 dan selama ini guru yang lolos proses sertifikasi melalui penilaian porto folio mendapat tunjangan satu kali gaji pokok, namun kenyataannya sertifikasi tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap kinerja guru dalam kegiatan belajar mengajar," kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMP dan PMP) Kemdiknas Syawal Gultom, di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan hasil penelitian yang dilakukan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), pascaprogram pemberian sertifikasi guru melalui penilaian porto folio sejak tahun 2005 lalu tidak memberi dampak besar terhadap perubahan kultur di sekolah menjadi lebih baik, kinerja guru dalam mengajar di kelas, dan peningkatan kemampuan siswa.

Padahal, ujarnya, biaya yang sudah dikeluarkan pemerintah sangat besar untuk membayar tunjangan sebanyak 734.000 guru yang telah memiliki sertifikasi profesi dari total sebanyak 2,7 juta guru lebih di Indonesia. Tahun 2012 pemerintah telah menyiapkan lebih dari Rp30 triliun untuk membayar tunjangan profesi guru.

Oleh karena itu, Kemdiknas mencari cara supaya guru bisa mengubah kinerja pasca sertifikasi dan mulai tahun depan pihaknya akan merancang peraturan menteri (permen) yang akan mengukur standar kompetensi guru.

Pendataan dilakukan secara online dimana data dikirim berjenjang dari sekolah, dinas kabupaten/kota, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) hingga ke Kemdiknas. "Akan diketahui, berapa bulan atau tahun tunjangannya ditunda," katanya.

Dari data dalam jaringan (online) tersebut guru dapat melihat apakah dirinya sudah memenuhi kriteria sertifikasi atau tidak. Melalui sistem komputerisasi yang ada, jelasnya, para guru itu juga akan dievalusi kinerjanya. Ada empat indikator evaluasi yakni kepribadian, pedagogi (pemahaman ilmu yang diajarkan), sosial dan keprofesionalitasan guru. nantinya, standar kriteria sama secara nasional namun skor dimasing-masing daerah berbeda.

Penilaian juga akan dilakukan kepala sekolah dan guru senior di sekolah masing-masing. Keduanya juga akan didampingi oleh 332.000 asesor yang anggotanya terdiri dari anggota LPMP, pengawas sekolah, kepsek, guru berprestasi dan asosiasi profesi. "Guru yang menjadi pengawas bisa didapat dari guru menurut lamanya dia mengajar, berprestasi, kepangkatan ataupun karya dan penghargaan apa yang sudah diraih," katanya.

Lebih lanjut Syawal mengatakan sebagai implikasi dari program penilaian kinerja pada tahun 2012, maka berimplikasi pada rencana penundaan pembayaran tunjangan guru yang kinerjanya tidak sesuai kompetensi.

Syawal mengatakan penundaan pembayaran tunjangan profesi ini pastinya akan menuai gejolak. "Namun kepada siapapun yang menolak, Kemdiknas akan membalikkan pandangan mereka dimana dulu mereka setuju status guru sebagai profesi dengan standar gaji yang baik namun dibalik kelebihan itu ada standar kompetensi yang harus dicapai".

Sosialisasi mengenai hal ini sudah dilakukan sejak diterbitkannya Permenag PAN dan RB no 16/2009 tentang Penilaian Kinerja Guru. Sambil berjalan sosialisasi, ujarnya Kemdiknas juga akan menyiapkan modul agar kompetensi mereka dapat mencapai indeks nilai yang disyaratkan.
(Z003/Z002)

Editor: Ruslan Burhani

Sumber : http://www.antaranews.com/

Kalender Islam


Pesan dan Kesan

Search

001004342
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
275
458
861
1002079
2849
3817
1004342

Your IP: 54.226.113.250
Server Time: 2017-12-12 16:22:31

We have 65 guests and no members online

Komentar Terakhir